Pelajari manfaat creatine untuk fitness, mitos yang sering beredar, cara konsumsi yang aman, dosis yang umum, waktu minum terbaik, serta efek samping yang perlu diperhatikan.
Creatine adalah salah satu suplemen paling populer di dunia fitness—dan juga salah satu yang paling banyak disalahpahami. Banyak orang menganggap creatine “bikin gemuk”, “merusak ginjal”, atau hanya untuk atlet profesional. Padahal, creatine termasuk suplemen yang paling banyak diteliti dan sering digunakan untuk mendukung performa latihan, khususnya latihan kekuatan dan intensitas tinggi.
Namun seperti suplemen lainnya, creatine tetap perlu digunakan dengan cara yang tepat agar manfaatnya maksimal dan tetap aman.
1. Apa Itu Creatine dan Cara Kerjanya?
Creatine adalah senyawa alami yang juga diproduksi tubuh dan bisa didapat dari makanan seperti daging merah dan ikan. Di dalam tubuh, creatine disimpan terutama di otot sebagai phosphocreatine, yang membantu menghasilkan energi cepat (ATP) saat melakukan aktivitas intensitas tinggi.
Dengan creatine yang cukup, tubuh lebih siap untuk:
- mengeluarkan tenaga eksplosif
- mempertahankan intensitas latihan lebih lama
- pulih lebih baik antar set
Karena itulah creatine sering dipakai untuk olahraga seperti angkat beban, sprint, atau HIIT.
2. Manfaat Creatine untuk Fitness (Yang Paling Terbukti)
Berikut manfaat creatine yang paling sering terbukti dalam praktik fitness:
- Meningkatkan kekuatan dan performa latihan
Membantu kamu mengangkat lebih berat atau menambah repetisi. - Mendukung peningkatan massa otot
Bukan “otot instan”, tetapi membantu proses latihan jadi lebih efektif sehingga progres lebih cepat. - Meningkatkan kapasitas latihan intensitas tinggi
Cocok untuk sesi yang butuh tenaga cepat dan repetitif. - Membantu pemulihan
Banyak orang merasa otot lebih “siap” dan recovery antar latihan lebih baik. - Meningkatkan volume air dalam otot (intramuscular water)
Ini normal dan sering membuat otot terlihat lebih “penuh”.
3. Mitos Umum tentang Creatine (Dan Cara Meluruskannya)
Creatine sering kena stigma. Ini beberapa mitos yang paling sering muncul:
Mitos 1: Creatine bikin gemuk
Yang sering terjadi adalah kenaikan berat karena retensi air di otot, bukan lemak. Ini biasanya stabil setelah beberapa minggu.
Mitos 2: Creatine merusak ginjal
Pada orang sehat dengan penggunaan sesuai dosis, creatine umumnya dianggap aman. Namun jika punya riwayat masalah ginjal, sebaiknya konsultasi tenaga kesehatan terlebih dulu.
Mitos 3: Creatine itu “steroid”
Creatine bukan steroid hormon. Creatine adalah senyawa energi yang bekerja di sistem ATP, bukan mengubah hormon seperti steroid anabolik.
Mitos 4: Harus pakai “loading” biar bekerja
Loading bisa mempercepat kejenuhan creatine di otot, tapi tidak wajib. Tanpa loading pun tetap efektif, hanya butuh waktu sedikit lebih lama.
4. Jenis Creatine yang Paling Direkomendasikan
Di pasaran ada banyak jenis, tapi yang paling sering direkomendasikan karena simpel dan banyak bukti adalah:
- Creatine monohydrate
Alasannya:
- paling banyak diteliti
- efektif
- biasanya paling terjangkau
Kalau kamu bingung pilih yang mana, monohydrate adalah opsi paling aman untuk memulai.
5. Dosis Creatine yang Umum dan Cara Minumnya
Ada dua metode populer:
A. Tanpa Loading (lebih sederhana)
- 3–5 gram per hari
- diminum setiap hari (termasuk hari tidak latihan)
- hasil biasanya terasa dalam beberapa minggu
B. Dengan Loading (opsional)
- 20 gram per hari selama 5–7 hari (dibagi 4 dosis kecil)
- lanjut maintenance 3–5 gram per hari
Catatan:
- banyak orang lebih nyaman metode tanpa loading karena lebih minim risiko perut tidak nyaman.
6. Kapan Waktu Terbaik Minum Creatine?
Secara umum, yang paling penting adalah konsistensi harian. Untuk waktu minum, kamu bisa pilih yang paling gampang kamu ingat:
- setelah latihan (bareng protein/karbo)
- atau kapan saja di hari itu, asal rutin
Tips praktis:
- campur dengan air atau minuman favorit (tanpa berlebihan gula)
- minum cukup air harian karena creatine meningkatkan kebutuhan hidrasi di otot
7. Efek Samping yang Mungkin Terjadi (Dan Cara Menghindarinya)
Creatine umumnya aman, tapi beberapa orang bisa mengalami:
- kembung ringan atau perut tidak nyaman
Solusi: turunkan dosis jadi 3 gram, minum setelah makan, dan hindari loading. - kenaikan berat badan sementara
Ini biasanya karena air di otot. Fokus pada performa, bukan angka timbangan. - dehidrasi kalau kurang minum
Solusi: pastikan hidrasi harian cukup, terutama saat latihan berat.
Jika kamu punya kondisi medis tertentu (terutama ginjal, tekanan darah, atau sedang konsumsi obat tertentu), lebih aman berkonsultasi dulu.
Kesimpulan
Creatine untuk fitness adalah suplemen yang efektif untuk meningkatkan performa latihan intensitas tinggi, mendukung kekuatan, dan membantu progres massa otot—dengan catatan digunakan dengan cara yang tepat. Banyak mitos tentang creatine tidak akurat, terutama anggapan bahwa creatine adalah steroid atau pasti merusak ginjal pada orang sehat.
Cara paling aman dan simpel:
- pilih creatine monohydrate
- konsumsi 3–5 gram per hari
- fokus pada konsistensi, hidrasi, dan pola latihan yang baik
Baca juga :